Sunday, February 26, 2012

Tahukah Sahabat? Secangkir Kopi = 140 Liter Air..

Berapa jumlah air yang diperlukan untuk menyajikan secangkir kopi? Beberapa dari Anda mungkin akan dengan mudah menjawab, "Pastinya satu cangkir." Tapi, berdasarkan Water Footprint, rata-rata jumlah air yang dibutuhkan untuk menyajikan secangkir kopi adalah 140 liter.


Bagaimana bisa? Water Footprint tak hanya menghitung air yang digunakan untuk menyeduh kopi, tetapi juga total air yang dibutuhkan untuk menanam dan memelihara kopi, memanen dan memrosesnya hingga menjadi biji kopi yang siap digiling, mendistribusikan, hingga akhirnya menyajikannya di meja.

Jumlah tersebut cukup mengagetkan, namun dapat menjadi cerminan bahwa pemakaian air dalam bidang pertanian, industri dan konsumsi masyarakat tak terkirakan. Contoh lain, menyajikan secangkir teh memerlukan 35 liter air dan menyajikan 1 kg nasi memerlukan 3.000 liter air.

Untuk melihat dan mengontrol konsumsi air, pada tanggal 28 Februari 2011 lalu telah dirilis update dari Global Water Footprint Standard. Standar tersebut dikembangkan oleh Water Footprint Network dengan 139 partner, ilmuwan dari Universitas Twente, Belanda, serta kalangan LSM, perusahaan dan pembuat kebijakan.

Global Water Footprint Standard memberikan konsistensi dalam mengukur jumlah air yang digunakan dan dampaknya. Pimpinan Water Footprint Network Jim Leape mengatakan, standar tersebut dibuat saat perusahaan di semua sektor menyadari adanya ancaman kekurangan air yang dapat berdampak pada bisnisnya.

Efisiensi dalam pemakaian air ini penting untuk dilakukan, terutama oleh kalangan industri. Ketidakefisienan dalam pemakaian air yang mengakibatkan kekuarangan air dapat memicu konflik. "Itu pernah terjadi tahun 2001-2002 di Lombok. Petani konflik karena kekurangan air," ujarnya.

Dengan Global Water Footprint Standard, industri dapat melihat memantau penggunaan airnya, terutama menelaah sektor-sektor yang boros air. Dengan demikian, dimungkinkan langkah efisiensi penggunaan air untuk mendukung kelestarian sumber daya air.

Bagi individu, Global Water Footprint Standard dapat menjadi acuan untuk mengukur jumlah air yang digunakan dalam makanan, mencuci pakaian dan barang-barang yang dibeli. Individu dapat beralih ke produk yang membutuhkan sedikit air dan yang proses produksinya memperhatikan kelestarian air.

Efisiensi penggunaan air merupakan salah satu cara untuk melestarikan sumber daya air, selain dengan mencegah pencemaran pada sumber air. Saat ini, kualitas air bersih secara global menunjukkan tren penurunan sehingga membutuhkan langkah radikal untuk melestarikannya.

Related Posts :



0 comments:

Post a Comment

Feel free to comment my post.. :D

Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Free Page Rank Checker eXTReMe Tracker

Add to Technorati Favorites Blog Directory Personal Top Blogs Personal blogs
cool (181) funny (66) games (3) hacking (15) information (278) jokes (5) latest (180) making money (2) sharing (463) software (16) story (17) tips (13) tips and tricks (14) tricks (13)
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons